Translate

Sunday, September 25, 2016

Sex Toy Dream (Aku Tahu)

Entah sudah berapa ratus malam yang kita lalui bersama, aku tak sanggup menghitungnya. Nasib kita hampir sama, cuma kau adalah manusia sedang aku hanyalah alat bantumu. Kita sama-sama simpanan. Kau adalah wanita simpanan sedang aku adalah simpananmu yang selalu kau sembunyikan rapi di lemari pakaianmu.

Cukup satu malam saja aku sudah bisa membaca semua dukamu, kesepianmu atau pun rindumu pada cinta mudamu. Bagaimana kabarnya foto lelaki yang selalu kau sebut cinta sejatimu itu? Kadang aku cemburu padanya, begitu dalamnya rasamu padanya hingga hanya dia saja yang selalu muncul dalam fantasimu saat kau memakaiku.

Ingin rasanya aku berubah menjadi dia, bisa membelaimu, mengucapkan kata cinta sepuasku atau menyeka airmatamu yang selalu hadir sebelum tidur lelahmu. Atau sekali-kali ingin juga  membacakan puisi dari buku yang selalu berdampingan denganku di tumpukan paling bawah kumpulan celana dalammu. Buku yang selalu

Friday, October 2, 2015

Lelaki Bertato Dadu


Semua jenis judi telah dia jalani. Dari togel sampai Russian Roulette pernah dia coba. Menang sudah biasa. Kalah hanyalah selingan untuknya , semacam bagi-bagi kebahagiaan hasil kemenangannya.

Beberapa hari ini dia mulai sedikit bosan dengan semua jenis perjudian. Skor bola gampang dia tebak, skor basket pun nyaris sempurna dia tebak, beli togel sampai kena larangan bandar karena kemampuannya membaca pola. Semua terasa membosankan. 

Bangun tidur, berteman kopi. Melihat berita olah raga semua taruhannya menang. Membosankan! Mengganti chanel dengan acak tetiba matanya terbelalak memandang berita di TV. Kerumunan wartawan yang meliput sidang perceraian pasangan selebritis ibu kota. Ganti chanel lagi, Stasiun TV yang lain menyiarkan berita itu juga. Semua media berlomba. Dia buka laptop, banyak portal berita yang membahas itu juga. 

Berita politik, bencana alam, matinya aktivis pejuang kelestarian alam, koruptor dalam penjara yang kembali ketahuan jalan-jalan

Thursday, September 10, 2015

Kepada Dik, (2)

Kepada Dik,

Yang hatinya macam sabana
pada kemarau musim harapnya
hamparan rumput kering dan belukar
digesek angin berkabar langsung terbakar

Aku mulai serius bertanya
rasa macam apa yang kau pinta
Aku mulai serius percaya
wanita tak sesederhana matematika

Mampuslah aku ini
badai disuruh
ninabobokkan bunga

Kalau benci bilang benci
Kalau rindu bilang rindu
Kalau cinta bilang cinta

Apa susahnya...



Friday, April 17, 2015

Jegeg,


Geg,
Kegelapan, tak pernah bisa
padamkan sedih.
Kesunyian, tak pernah bisa
membungkam sesal.

Tak lelahkah pecahi cermin?
Tak bosankah berkacakaca?

Hentikanlah hirup debu kutuk
sari tangis mereka yang kau lukai.
Bacalah kembali mantra suci
kidung pertama lahir ke dunia.
Keluarlah dari kubangan dendam.
Nurani terlampau lama
kau penjarakan.

Hapus gincumu.
Rapatkan kembali pahamu.
Beningkan putih matamu.
Buang riasan palsu di alismu.

Pijaklah lagi pasir tawa
Tarikanlah bahagia
yang tak beralaskan luka.
Bahagia yang sebenarnya.

Bahagia,
seperti senyum
bapak ibumu
ketika sambut
kelahiranmu...
.....................................

Sunday, April 12, 2015

Kutulis untukmu,

Dunia macam apa pula ini...
Peradaban makin melestarikan basabasi...

Di mana nurani...
Di mana harga diri..

Kastaku anjing...
Tapi aku merdeka..
Aku tak punya tuan..
Yang aku miliki hanya Tuhan..

Tuhan yang mengasihi
dua puluh empat jam sehari..

Aku sering dianggap tai..
Dihinakan dan dijauhi..
Hanya karena ikuti nurani..
Tapi aku tak peduli..

Aku tai yang merdeka..
Aku tai yang bahagia..

Kau bisa apa.. 

Hamba uang bisa apa.. 
Hamba pujian bisa apa.. 
Hamba kedudukan bisa apa.. 
Hamba dunia bisa apa coba...

Kutulis untukmu,
Yang terpenjara di antara paha selingkuhanmu..
Ayo pulang,
Kita punya janji yang belum dituntaskan..