Translate

Sunday, February 22, 2015

Itu saja


Pergi,
Pergilah,
Bawa saja hatiku,
Aku tak terlalu membutuhkannya.

Buang,
Simpan,
Ah, Terserah kau sajalah,
Kupercayakan semua isi dada.

Tapi,
Kumohon,
Bawa juga sakitnya,
Aku ingin sekali lagi bisa tertawa!


Itu saja

Wednesday, February 11, 2015

Untuk anak lanangku (Nanti..)


Nang, Bila kelak kau lahir nanti yang pertama akan bapak ajarkan adalah bahasa "I Love U". Bahasa cinta. Bahasa yang bisa dipahami semua makhluk di bumi ini. Bahasa Tuhan juga.

Nang, suatu saat nanti pahamilah bapak bukanlah gurumu. Bapak tidak akan pakai cara menggurui. Bapak akan transfer ilmu yang bapak tau dan begitu juga sebaliknya. Bapak juga akan belajar memahamimu, kita akan belajar bersama. 

Nang, Kata pertama yang harus kau bisa adalah "Ibuk" biarlah kata "Bapak" menyusul kapan saja kau suka. Ibuk adalah wakil Tuhan yang sebenarnya. Bapak hanya asistennya saja.

Nang, kau boleh bandel tapi jangan pernah nakal. Bapak suka anak bandel. Kemaki sedikit juga ndak papa. Gondrong juga boleh, tatoan bonus permen juga bebas. kau tertawa bapak ikut bahagia.

Nang, kau boleh menangis tapi jangan pernah jadi anak cengeng dan manja. Lelaki harus kuat, tegar dan

Tuesday, January 20, 2015

Untuk pelacur tua

Pada selangkangan pelacur tua
Aku lihat doa
Aku lihat air mata
Aku lihat Kau; Tuhan!

Aku bisa apa
Kulemparkan uang ke wajahnya

Pergi
Pergilah
Jangan menangis
Jangan menangis lagi
Setidaknya untuk malam ini

Aku bisa apa
Kulemparkan botol ke langit malam

Doa
Doalah
Kemana saja
Kemana sajalah
Terus doa
Terus doalah
Berdoalah untuk selamanya

Tuesday, January 13, 2015

Kau Tetap Suci! ( Tulisan untuk korban perkosaan )


Ah, Sayang
Sutra terlanjur  jadi benang
Tenanglah tenang!!!
Janin di perutmu tak butuh tangisan
Balut dengan kasih sayang

Walau kita bukan di Nazaret
Walau ini jaman sesudah masehi

Ingin kusebarluaskan berita
Nasibmu serupa perawan suci Maria

Tapi siapa yang akan percaya?
Tapi siapa yang akan peduli?

Ah, Sayang
Usirlah resah di hati
Pergilah pergi!!!
Janin di perutmu titipan Gusti
Peluk dengan sepenuh hati

Walau kita bukan di Nazaret
Walau ini jaman sesudah masehi

Setiap kelahiran itu suci
Tak peduli calon nabi atau calon napi

Apakah benar-benar sudah tidak ada yang percaya?
Apakah benar-benar sudah tidak ada yang peduli?

Ah, sayang
Kau tetap suci!
Kau tetap suci!!
Kau tetap suci!!!
Kau tetap suci!!!!

Sunday, November 30, 2014

Mencari Takut di Belaian Rahwana ( Pendakian di Lereng Gunung Ungaran )


Malam Packing ke Merbabu
"Menjelajahi gunung kecil tapi tak jelas rutenya jauh lebih berbahaya bila dibandingkan dengan Menjelajahi gunung yang besar tapi dengan penunjuk arah pasti! "

Sebenarnya rencana di akhir minggu ini adalah pendakian ke Gunung Merbabu tapi karena ada keperluan yang mendesak akhirnya batal padahal sudah packing tinggal berangkat. Sebagai penawar, saya ganti dengan napak tilas masa kecil dulu, jalur alternatif yang saat kecil  jadi jalur berpetualang menuju kawah di kompleks wisata Candi Gedong Songo. Bagi saya, Gunung Ungaran adalah tentang Rahwana. Cerita mitos tentang Gunung ini adalah tempat bersemayamnya Rahwana. Kawah belerangnya adalah nafas Rahwana. Dan patung Hanoman adalah segel pengunci terlelapnya Rahwana. Cerita yang banyak saya dengar dari orang - orang tua dulu waktu masih kecil. Jalur yang akan saya tempuh konon ceritanya adalah jalur tua yang biasa digunakan penduduk lereng jaman dulu  untuk beribadah,membawa sesaji ataupun bertapa menuju kompleks candi.

Gunung Gendol (Anak Gunung Ungaran ). Gunung Ungaran tertutup kabut.


Sejak kecil, lereng Gunung Ungaran adalah misteri besar bagi saya. Lebih menarik dari misteri segitiga bermuda. Seperti ada kutub magnet kuat yang menarik imajinasi dan adrenaline untuk menjelajahinya. Kalau puncak gunungnya entah sudah berapa kali  mencapainya sampai tidak bisa menghitungnya secara pasti  tapi lerengnya masih banyak yang perawan dan belum pernah saya jelajahi dengan rinci. Lereng itu sementara ini di benak dan memori kebanyakan masih tentang mitos dan cerita yang tidak pasti faktanya. Konon di Gunung Gendol ( Anak gunung di lereng Gunung Ungaran, bisa ditempuh lewat jalur Watu Kodok dekat perkemahan Bantir ) masih bisa ditemui hewan - hewan langka seperti harimau jawa. Saking misteriusnya katanya beberapa tahun silam sempat dijadikan perkebunan ganja karena jarang ada yang berani menjelajahinya. Banyak lagi cerita lain seputar lereng dari mulut ke mulut baik tentang yang natural maupun supranatural.

Kalau disebut pendakian mungkin kurang tepat karena tidak mencari puncak tapi mencari "sesuatu yang hilang " dari dalam diri saya. Sesuatu yang menghilang pada hari dimana saya kehilangan cinta,mimpi dan