Translate

Monday, February 3, 2014

Werkudoro's Way ( Terlanjur Bima )



                                                                         Werkudoro's Way

" I always tell the truth even when i lie.. " Apakah ini Quotes dari Werkudoro ?! No... ini kata2 Al Pacino di pilem legendaris Scarface. :)) Tp kira2 itulah soulnya Werkudoro. The Most Bloko Suto man in the Mahabharata. Mungkin udah berkali2 saya tulis setau saya hanya 3 tokoh saja yg bisa ketemu langsung dg Sang Hyang Wenang, Sang Maha tinggi. Mungkin kalo di keyakinan sekarang maksudnya Tuhan. Rahwana, Werkudoro dan Wisanggeni. Trio yg kurang begitu peduli dg sopan santun tp tinggi tata kramanya.Sama2 fisiknya sangar tp hatinya sebenarnya lembut.

Untuk kali ini sedikit fokus dg Werkudoro. Dari Pandawa lima ini tokoh yg paling gede selera makannya. Nama laennya dlm sansekerta itu Bhima kalo gak salah artinya "Dahsyat ". Untuk anak seumurannya waktu kecil dia paling kuat,paling jahil. Strikernya pandawa kalo mengganggu kurawa. bla.bla.bla.... (sejarah panjangnya sudah banyak yg nulis lah.. :)) )

- Werkudoro menganggap semua orang sama derajatnya, sehingga dia digambarkan tidak pernah menggunakan bahasa halus (krama inggil) atau pun duduk di depan lawan bicaranya. Mungkin ini dasar dari sama rata sama rasa. Werkudoroisme. (Walau ada skeptis juga apa yang dia lakukan saat Karna dihina, Atau bisa jadi proses hidup dan kesalahan2nya lah yang menjadikan dia mendapat pelajaran dan menjadi seperti seperti itu...)

- Dia juga pantang keroyokan hobinya 1 on 1.

Sunday, February 2, 2014

Rahwana In Love Edisi Khusus Valentine Part 3



Rahwana In Love Edisi Khusus Valentine Part 3
(selamat tinggal cinta..  )

#membayar utang rasa pada kawan sejalan yg semalam berduet biola dan gitar memainkan lelaki dan telaga..

Di Akhir Part 2 Khayangan lagi geger gara2 tangisan arwah simbok rahwana yg tiada henti membuat suasana tidak tenang. Dewa2 tidak bisa istirahat sama sekali. Kerjaan kacau terbengkalai. Batoro Guru presiden para Dewa nggak mau tau semua persoalan dia serahkan pada Yamadipati dewa kematian yg udah nyabut nyawa Aryati dan Kamajaya dewa cinta yg udah bikin kisah cinta setragis itu buat aryati dan Don Juan De Marno.

 Kamajaya dan Yamadipati padu, engkel2an dan saling menyalahkan. Bahkan sudah siap2 beradu kesaktian nggak ketemu jg jalan keluarnya. Mereka panik karena sudah diultimatum Batoro Guru kalo kasus ini tidak selesai hari ini juga jabatan mereka akan dicopot. Batoro Guru benar2 lagi sensi karena kebetulan saat itu sedang musim dingin dan sakit giginya kambuh dan tambah bunek denger tangisan aryati. Kamajaya vs Yamadipati. duel yg keliatannya akan seru walopun kamajaya itu dewa cinta tp kesaktiannya super jg sedang Yamadipati jgn diragukan lagi seabrek kesaktiannya.

Thursday, January 30, 2014

Wisanggeni ( Terpujilah engkau yang terkuat diantara deretan orang terkuat sepanjang imajinasi manusia.. )

Pic : pilgrim74.wordpress.com

Wisanggeni 
( Terpujilah engkau yang terkuat diantara deretan orang terkuat sepanjang imajinasi manusia..  )

Sebenarnya susah saya membuka cerita tentang karakter yg satu ini. Saya malah jadi membayangkan cerita bapak saya dulu yg waktu saya masih dalam kandungan hobi bapak saya baca kho ping hoo sambil jagain ibu. Beberapa tumpuk koleksinya masih bisa saya temukan dulu waktu saya awal belajar membaca. Sebelum TK saya emang diberkahi udah bisa lancar membaca dan Kho Ping Hoo salah satu bacaan wajib saya. :)) Beberapa hari ini saya khususkan cari2 pdfnya Kho Ping Hoo buat reuni masa kecil dulu. Kalo ada waktu senggang saya sempat2kan membaca dan pilihannya jatuh di Bu kek Siansu.

Dihubungkan dg Wisanggeni maka saya tak bisa menolak kalo ada yg mengibaratkannya seperti Bu Kek Siansu. Manusia yg dg masa kecil sengsara tp kemudian menjadi tokoh terkuat dikisahnya sudah tidak ada yg bisa menang melawan dia. Kalo dalam manga crows karya Hiroshi sensei saya ibaratkan dia adalah Rindaman, Dalam lanjutan crows yg judulnya worst yg masih berkisah tentang Suzuran maka dia adalah

Sunday, January 26, 2014

Duryudana.. Man On Fire

Pic Credit : 8lackhand.deviantart.com

 Duryudana   
( Man on Fire )

Kalo bicara tentang Duryudana maka pertama kali yg terngiang di benak saya adalah novel karya Abdul Muis di tahun 1928 yg judulnya "Salah Asuhan "

Sebelum lebih jauh bicara tentang karakter yg satu ini akan saya jawab sebuah pertanyaan dari seorang kawan " kenapa saya cenderung menulis karakter2 antagonis dan memutarbalikkan keadaan yg jahat menjadi kelihatan baik? " Alasan saya sebenarnya sederhana. Berdasar pengamatan saya kelebihan cerita2 wayang itu antara pihak2 yg bertikai selalu mempunyai dasar merasa benar dan hanya mencoba memperjuangkan haknya. Wayang jg sebenarnya adalah penggambaran sebuah karakter yg ternyata menurut pribadi saya sendiri sejahat2nya sebuah karakter ternyata punya sisi baiknya juga. Sebaik2nya karakter jg punya sisi jelek jg. Tak ada karakter yg sempurna. Saya hanya ingin adil mencoba memeperlihatkan sisi baik dan pembelaan kepada karakter jahat yg sebenarnya tidak seutuhnya jahat.Contoh salah satu karakter yg selalu dalam pencitraan baik tp punya sisi jahat itu Prabu Yudistira. Dia punya hobi judi main dadu Sampai2 pernah mempertaruhkan istri dan saudara2nya dan jangan lupa didalam yudistira ada raksasa Amral.

Back to Duryudana, Anak tertua dari Drestarata. Sulung dari Kurawa. Untuk singkatnya mari coba berpikir sudut pandang seorang Duryadana. Ada beberapa hal yg janggal baginya.

Bisma..dalam pelukan sukma Amba

Pic : Baccu.blogspot.com

Bisma..dalam pelukan sukma Amba

Pada sebuah ranjang di akhir perang Baratayudha di padang kurusetra. Detik-detik dimana Bisma berada di pelukan sukma Amba.

"Setelah kepergianmu, Nimas. Aku baik-baik saja, duniaku indah, hidupku bahagia. Semua berjalan sesuai yang aku rencanakan.. " Dalam perihnya menahan lara, Bisma memulai percakapan hatinya dengan Amba.

"Itu kan yang ingin kau dengar tentangku tanpamu, Nimas ... Tidak! Semua adalah kebalikannya. Aku tak pernah baik-baik saja. Duniaku tak lagi indah.. Aku bahkan sudah lupa apa itu bahagia.  Aku pun tak punya lagi rencana dalam hidupku. Semua hampa.. "

"Sejatinya aku sudah mati dalam hidup. Hanya terjebak di ragaku yang terikat sumpah janji pada ayahku dan negaraku. Semua tentang keinginan pribadiku sudah lepas. Selepas nafas terakhirmu di pangkuanku dulu, tangguhku pun lepas. Tak ada yang lebih kurindu selain menunggumu menjemput kematianku.. "

"Tetaplah hidup sampai aku menjemputmu..cintaku.. " Tanpa terasa air mata Bisma menetes dalam pangkuan Amba.

" Kata-kata itu, Nimas.. kata-kata terakhirmu dulu.. Kata-kata dari satu-satunya wanita yang selalu hidup dalam hatiku. Selalu terngiang di sanubariku. Menjadi tembok sandaranku di tiap malam sepi saat aku ingin mengakhiri hidupku.. Janjiku telah tuntas nimas.. bawa aku..bawa semua rasaku.. Untuk beratus tahun ini tak ada yg lebih kutunggu dari itu.. "

Berat rasanya menyelami hati seorang Bisma. Manusia hebat yang terlihat perkasa luarnya tapi penuh luka di sekujur hatinya.